KONTRIBUSI PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAH RAGA TERHADAP ATHEROSKLEROSIS DAN OSTEOPOROSIS

by Ema on 05:14 AM, 20-Jul-11

Category: Makalah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan anugrah Tuhan yang amat berharga. Kesehatan juga merupakan modal dasar bagi setiap kegiatan. Bila seseorang hanya mampu melaksanakan tugas kerja yang sifatnya pasif misalnya hanya tidur berbaring, maka orang tersebut disebut memiliki kesehatan statis. Bila seseorang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik untuk melakukan kegiatan yang memerlukan tenaga yang lebih besar seperti berjalan dan berlari, tanpa kelelahan yang berlebihan, maka orang tersebut disebut memiliki kesehatan dinamis.
Orang sering lupa akan pentingnya kesehatan. Orang baru menyadari bahwa kesehatan sangat penting jika mereka mengalami sakit parah seperti Atherosklerosis dan Osteoporosis. Penyakit Atherosklerosis ini telah menjadi salah satu penyebab kematian di negara-negara maju bahkan di Indonesia telah menjadi peringkat III penyebab kematian, sedangkan osteoporosis akan menyebabkan terjadinya patah tulang sehingga menyebabkan penderita kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-harinya. Kedua penyakit tersubut sangat berbahaya.
Disinilah olahraga harus dilakukan secara teratur untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut. Macam dan takaran olahraga berbeda-beda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan. Ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dan aktivitas fisik, banyak dijumpai di kalangan tertentu. Disini akan dibahas tentang upaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang penulis sampaikan di atas dapat ditarik suatu rumusan masalah sebagai berikut
1.2.1. Apa penyebab Atherosklerosis?
1.2.2. Apa manfaat olahraga bagi penderita Atherosklerosis?
1.2.3. Bagaimana upaya pencegahan Atherosklerosis?
1.2.4. Apa penyebab Osteoporosis?
1.2.5. Bagaimana latihan olahraga yang tepat bagi penderita osteoporosis?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulis membuat makalah ini adalah:
1.3.1. Untuk mengetahui penyebab Atherosklerosis.
1.3.2. Untuk mengetahui manfaat olahraga bagi penderita Atherosklerosis.
1.3.3. Untuk mengetahui upaya pencegahan Atherosklerosis
1.3.4. Untuk mengetahui penyebab Osteoporosis
1.3.5.Untuk mengetahui latihan olahraga yang tepat bagi penderita
Osteoporosis.




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penyebab Atherosklerosis
Atherosclerosis atau yang dikenal sebagai penyumbatan pembuluh darah kini telah menjadi penyebab kematian di negara-negara maju, bahkan Indonesia telah menjadi peringkat III penyebab kematian. Berdasarkan laporan WHO 1990 bahwa di Amerika Serikat terjadi kematian sebesar 12 juta jiwa per tahun akibat penyakit jantung koroner dan atheosklerosis. Atherosklerosis merupakan penyebab di balik penyakit kardiovaskuler.
Atherosklerosis dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain faktor usia, keturunan, hormone, luka pembuluh darah, gangguan fungsi hati, serta infeksi. Penyebab yang dapat dihindari adalah karena makanan berkolesterol tinggi, serum lipid, tekanan darah tinggi, ketegangan (stres), obesitas, merokok, dan kurangnya aktivitas jasmani atau olahraga. Atherosklerosis terjadi karena endapan lemak dalam pembuluh darah. Lama-kelamaan endapan lemak ini terus tertumpuk dan tertutup oleh jarii-jari ikat fibrosa. Dengan bertambah tebalnya lemak, maka pembuluh darah akan menyempit dan aliran darah akan menjadi lambat. Jika atherosclerosis ini terjadi pada pembuluh darah koroner. Dan jika terjadi pada pembuluh darah di otak akan mengakibatkan stroke. Alran darah yang kurang lancar ini menyebabkan darah mengadakan tekanan yang keras sehingga terjadilah “Hypertensi”.

2.2 Manfaat Olahraga bagi Penderita Atherosklerosis
Olahraga merupakan “obat pencegah” bagi penderita Atherosklerosis. Dengan berolah raga sedini mungkin, berarti mencegah terjadinya Atherosklerosis lebih lanjut yang senantiasa menjadi penyakit jantung koroner. Dengan berolah raga dapat melarutkan suatu macam protein “tibrin”, sehingga menghindarkan Atherosklerosis. Jika anda sedang sibuk, tolong luangkan waktu sedikit saja untuk berolah raga demi kesehatan, misalnya dengan olah raga dengan posisi duduk di sela-sela waktu bekerja, dengan cara memarkir mobil agak jauh dari ruang kerja. Bila anda ingin berbincang-bincang dengan teman cobalah jalan ke ruangannya (jangan via telepon), atau naiklah ke tangga jika ke tingkat atas (jangan naik lift). Dan berolahragalah pada hari-hari libur atau hari Minggu bersama keluarga anda.

2.3 Upaya Pencegahan Atherosklerosis
2.3.1. Menerapkan Pola Hidup Sehat melalui Kebugaran Jasmani
Kebiasaan yang dilakukan terus menerus dalam jangka waktu relative lama akan menjadi suatu pola hidup. Demikian juga jika ada kebiasaan yang baik dan dilakukan terus menerus maka akan menjadi pola hidup sehat. Pola hidup sehat akan sangat membantu dalam pencegahan Atherosklerosis. Salah satu upaya untuk membentuk pola hidup sehat adalah melalui kegiattan kebugaran jasmani. Tujuan utama kegiatan berlatih atau aktivitas jasmani seperti yang lazim dilaksanakan dalam pendidikan jasmani untuk merangsang organ tubuh yang berfungsi lebih giat. Beban kerja itu selanjutnya akan meningkatkan kemampuan fungsi organ tubuh untuk beradaptasi terhadap tntuntan kerja.
Kebugaran jasmani menunjukkan kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas fisik pada tingkat monderat tanpa kelelahan yang berlebihan. Maksudnya setelah melaksanakan tugas kerja itu, seseorang masih memiliki energy cadangan guna mengatasi tugas lainnya yang bersifat mendadak dan darurat. Banyak publikasi ilmiah yang memaparkan tentang sumbangan kesegaran jasmani bagi kesejahteraan hidup, pangkal sakit, dan mencapai produltivitas kerja. Pembinaan jasmani secara teratur dengan beban yang sesuai akan menghasilakn perkembangan kebugaran jasmani yang memuaskan dan menghindari terserangnya penyakit Atherosklerosis.
2.3.2. Menghindari Pola Hidup Tidak Sehat
Kebiasaan terbentuk melalui praktek yang berulang-ulang sehingga akan melekat pada diri seseorang. Bila sudah terbentuk kebiasaan, maka kebiasaan itu akan dilakukan tanpa sadar. Semuanya berlangsung secara otomatis, tanpa pertimbangan. Kebiasaan yang kurang baik bila dilakukan terus menerus maka akan menjadi pola hidup yang kurang tepat. Berikut ini akan diuaraikan beberapa kebiasaan kurang baik yang dapat menimbulkan kegemukan yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya Atherosklerosis.
1. Makan berlebihan
Mengumbar nafsu makan merupakan kebiasaan buruk, baik dilakukan di rumah, restoran, pertemuan-pertemuan, maupun pesta. Apabila sudah kenyang, jangan sekali-kali menambah porsi makanan meskipun makanan yang tersedia sangat lezat dan merupakan makanan favorit.
2. Makan terburu-buru
Kebiasaan makan secara terburu-buru (tergesa-gesa) akan menyebabkan efek kurang menguntungkan bagi pencernaan, selain dapat mengakibatkan rasa lapar cepat kembali. Demikian juga kebiasaan mengunyah makanan yang kurang halus. Pada beberapa orang, hal ini merupakan kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan. Padahal, jika makanan dikunyah lebih lama, selain kelezatan makanan dapat dinikmati, juga dapat memperlama waktu makan. Dengan demikian, tanpa disadari makanan yang masuk ke mulut, relative lebih sedikit, tetapi rasa kenyang dapat terpenuhi. Sementara itu, makan dengan tidak terburu-buru dan mengunyah makanan hingga halus juga akan memelihara kesehatan gigi dan gusi.
3. Menghindari makan pagi
Sebagaimana diketahui, makan pagi (sarapan) merupakan kegiatan yang perlu dilakukan. Makan pagi ini akan memberikan energi pada saat bekerja siang hari. Sayangnya, karena berbagai alas an tergesa-gesa (tidak sempat), ingin kurus, malas makan, dan lain sebagainya, kegiatan makan pagi banyak ditinggal orang. Keadaan ini akan merugikan tubuh karena setelah kurang lebih 12 jam, yakni jarak antara jam makan malam dan makan pagi, perut dibiarkan dalam keadaan kosong. Pada umumnya, orang yang tidak sarapan akan menurunkan produktivitas kerjanya. Sementara itu, banyak orang yang mengkompensasikan makan pagi dan makan siang yang berlebih atau memakan makanan kecil yang tinggi lemak dan kalori dalam jumlah yang relative banyak. Dengan kondisi ini, jika dihitung, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak jika dibandingkan kalau melakukan makan pagi.
4. Waktu makan yang tidak teratur
Kesibukan kerja dan aktivitas yang keseharian yang sangat padat cenderung mengakibatkan seseorang tidak mempunyai waktu makan tertentu. Apalagi jika jarak antara dua waktu makan terlalu panjang, ada kecenderungan untuk berlangsung relative lama maka akan menyebabkan terjadinya kegemukan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk makan secara teratur dan hanya pada jam-jam tertentu saja, yakni tiga kali sehari. Jika diantara dua waktu makan, anda merasa lapar, makanlah makanan yang berkalori, tetapi mengenyangkan seperti buah-buahan.
5. Salah memilih dan mengolah makanan
Ada berbagai sebab atau karena ketidaktahuan maka seseorang salah memilih makanan. Sementara itu, banyak orang yang memilih makanan. Sementara itu, banyak juga orang yang memilih makanan hanya karena prestise atau gengsi semata. Makanan cepat saji yang banyak ditawarkan sekarang, banyak yang mengandung lemak, kalori, dan gula berlebih. Contohnya; fried chicken, hamburger, pizza, spaghetti, kue tart, donat, dan es krim. Selain itu, ada juga orang yang menghindari nasi karena takut kegemukan. Namun sayangnya, mereka mengkompensasikannya dengan memakan makanan yang salah. Banyak juaga orang yang menyukai makanan gorengan atau makanan bersantan. Padahal, minyak dan santan selain tinggi kalori, juga merupakan lemak yang mengandung ikatan jenuh sehingga sulit untuk dipecahkan menjadi bahan bakar. Oleh karena itu, biasakanlah memasak dengan cara membakar, mengentim, memanggang, mengukus, merebus, atau memepes.
6. Kebiasaan mengemil makanan ringan
Mengemil merupakan kegiatan makan di luar waktu makan. Biasanya, makanan yang dikonsumsi berupa makanan kecil (makanan ringan) yang rasanya gurih, manis dan digoreng. Bila tidak dikontrol, hal ini akan menyebabkan kegemukan karena jenis makanan tersebut adalah tinggi kalori. Oleh karenanya, hindarilah makan di luar jam-jam makan. Namun, jika rasa lapar sulit ditahan, makanlah makanan yang rendah kalori, tetapi tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, yogurt atau susu non-fax.
2.3.3. Menerapkan Gizi Seimbang
Kesehatan dan gizi merupakan faktor yang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup yang optimal. Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Kondisi status gizi baik dapat dicapai bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang akan digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan terjadinya pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja untuk mencapai tingkat kesehatan optimal. Sedangkan status gizi kurang terjadi bila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi. Status gizi lebih terjadi bila tubuh memperoleh zat-zat gizi dalam jumlah berlebihan. Kedua kondisi di atas dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, yaitu penyakit infeksi pada gizi kurang dan penyakit degeneratif pada gizi lebih.
Berbagai penelitian mengenai hubungan antara gizi dan penyakit telah banyak dilakukan, misalnya konsumsi energy yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner. Konsumsi lemak atau protein hewani berlebihan beresiko menderita kanker dan terlalu banyak mengkonsumsi garam beresiko menderita tekanan darah tinggi. Disamping itu, konsumsi kalori yang tinggi juga dapat menyebabkan obesitas dengan segala penyakit penyertanya seperti Diabetes Mellitus, tingginya asam urat dan kolesterol dalam darah (Depkes, 2003b:1).
Pemberian makanan yang sebaik-baiknya harus memperhatikan kemampuan tubuh seseorang untuk mencerna makanan., tubuh, jenis kelamin, jenis aktivitas, dan kondisi tertentu seperti sakit, hamil, menyusui. Untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup, setiap orang memerlukan 5 kelompok zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan. Di samping itu, manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses faali dalam tubuh. Apabila kelompok zat gizi tersebut diuraikan lebih rinci, maka terdapat lebih dari 45 jenis zat gizi.
Peranan berbagai kelompok bahan makanan secara jelas tergambar dalam logo gizi seimbang yang berbentuk kerucut (tumpeng). Dalam logo tersebut bahan makanan dikelompokkan berdasarkan fungsi utama zat gizi yang dalam ilmu gizi dipopulerkan dengan istilah “Tri Guna Makanan”: Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-tepungan yang digambarkan didasarkan kerucut. Kedua, sumber zat pengatur yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan digambarkan pada bagian tengah kerucut. Ketiga, sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan, digambarkan pada bagian atas kerucut. Keseimbangan gizi diperoleh apabila hidangan sehari-hari diperoleh dari sekaligus tiga kelompok bahan makanan. Dari setiap kelompok dipilih satu atau jenis bahan makanan.

2.4 Penyebab Osteoporosis
Kerangka manusia terdiri dari lebih dari 200 tulang. Semua tulang sama pentingnya. Karena, bukan saja menyediakan kekuatan dan kestabilan tubuh, tetapi juga berfungsi melindungi organ tubuh. Setiap tulang secara alamiah terbentuk untuk tugas khusus yang harus dilakukannya. Tulang tubuh dibangun dengan cara yang luar biasa, yang dapat diandaikan dengan bangunan baja dan beton modern. Konstruksi utama tulang terdiri dari suatu jenis beton protein yang diisi dan dikelilingi oleh suatu campuran mineral yang serba rumit. Mineral itu terdiri dari kalsium dan fosfor, yang memberikan kekuatan pada tulang.
Bila sebuah tulang retak atau patah, bagian tubuh itu akan segera berubah bentuk. Otot-otot di dekatnya menjadi kejang dan menarik pecahan tulang dari posisi normalnya. Keadaan itu menimbulkan nyeri, perdarahan dan pembengkakan pada bagian yang patah. Agar sembuh dengan baik, pecahan tulang harus direposisi dan diistirahatkan. Biasanya tulang-tulang akan menyembuh dalam waktu 4 sampai 6 minggu.
Bertambahnya usia serta pengaruh perubahan hormonal akan menyebabkan masa tulang semakin berkurang. Pertumbuhan tulang barupun semakin tidak seimbang dengan prinsipnya. Semakin lama, akan lebih banyak penipisan yang terjadi di dinding pertumbuhan yang baru. Proses ini menyebabkan terjadinya pengeroposan tulang.
Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang disebabkan berkurangnya massa tulang per unit volume. Tulang adalah organ tubuh yang dinamis dan memiliki kemampuan regeneratif secara terus menerus. Secara normal, proses pertumbuhan dan penipisan tulang berjalan seimbang. Dengan demikian, kekuatan tulang tetap dapat dipertahankan. Proses yang disebut remodeling itu berlangsung cepat pada usia muda dan semakin melambat pada usia tua.
Apabila pembentukan tulang yang baru tidak seimbang, maka tulang akan menjadi semakin menipis dan lemah. Akhirnya terjadilah osteoporosis. Penyakit itu memang jarang berakibat fatal, tetapi menimbulkan rasa nyeri dan kelemahan fisik, tetapi berlanjut ke sudut psikososial dan peran sertanya dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih apabila osteoporosis mengakibatkan terjadinya patah tulang. Penderita akan kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.

2.5 Latihan Olahraga Untuk Penderita Osteoporosis
Karena penderita osteoporosis umumnya adalah kelompok usia lanjut, menurut pakar rehabilitasi medic RSCM dr. Nuhonni M. Jatim, latihan fisik agar disesuaikan dengan kondisi jantung dan kemampuan si penderiat sebelum latihan dimulai. Perlu dilakukan pengumpulan data-data penderita, pemeriksaan fisiknya, bila perlu dilengkapi dengan pemeriksaan EKG dan uji stress bagi peserta.
Latihan-latihan fisik yang dianggap efektif untuk mencegah osteoporosis antara lain; jalan, berenang, dan bersepeda. Jalan merupakan latihan yang sangat bermanfaat karena akan merangsang mekanisme tulang belakang dan tulang gerak bawah. Berjalan kakilah selama 30 menit dengan langkah cepat dan ayunkan kedua lengan. Kalau sudah biasa, latihan dapat ditingkatkan dengan jarak yang lebih jauh. Sebaiknya latihan ini dimonitor berdasarkan panduan dari dokter, saran Nuhonni.
Berenang dianggap bermanfaat untuk melatih otot-otot punggung dan anggota gerak atas dan bawah. Namun demikian, latihan berenang hanya dianjurkan untuk penderita yang sudah biasa berenang. Untuk yang belum biasa, berenang tidak dianjurkan karena malah berakibat buruk.
Untuk wanita penderita osteoporosis, sebaiknya menggunakan latihan bersepeda stasioner yang dapat dilakukan di rumah. Itupun harus mengikuti sara-saran dan pedoman. Termasuk postur tubuh, tinggi kedudukan, ketahanan, dan kecepatan kayuh. Sebelumnya dokter akan melakukan evaluasi tentang keluhan dan kaitan-kaitan lainnya.
Latihan fisik untuk penderita osteoporosis yang sudah berusia lanjut harus direncanakan dengan seksama dan hati-hati. Harus diperhitungkan manfaat dari latihan tersebut dab harus memperhatikan kondisi umumnya. Program latihan yang didemonstrasikan di televisi atau klub-klub fitness mungkin kurang cocok, bahkan dapat berbahaya. Untuk yang berusia lanjut, latihan aerobik yang keras justru bisa berakibat fatal. Terutama disertai dengan gerakan melompat. Itu dapat merusak tulang yang lemah, tutur Nohonni (Elizabeth Tara & Eddy Soetrisno;87).
Selanjutnya, dianjurkan agar penderita usia lanjut menghindari penggunaan tenaga atau gerak yang tidak terkontrol. Misalnya, membuka jendela yang keras atau mengangkat barang yang berat dalam posisi bungkuk. Harus membiasakan diri pula dengan sikap berdiri dan duduk yang benar sehingga tulang tidak terlalu terbebani.










BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Atherosklerosis merupakan penyakit yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah. Atherosklerosis disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; faktor usia, keturunan, hormone, luka pembuluh darah, gangguan fungsi hati, serta infeksi. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya atherosklerosis, yaitu
1. Menerapkan pola hidup sehat melalui kebugaran jasmani
2. menghindari pola hidup tidak sehat
3. Menerapkan gizi seimbang
Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang disebabkan berkurangnya massa tulang per unit volume. Apabila pembentukan tulang yang baru tidak seimbang, maka tulang akan menjadi semakin menipis dan lemah. Akhirnya disinilah terjadi osteoporosis. Penyakit ini memang jaramg berakibat fatal. Tetapi, menimbulkan nyeri dan kelemahan fisik. Terlebih apabila osteoporosis mengakibatkan terjadinya patah tulang. Penderita akan kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ada beberapa latihan olahraga yang efektif untuk mencegah osteoporosis antara lain; jalan, berenang, dan bersepeda, namun latihan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi fisik seseorang.

3.2 Saran-saran
1. Untuk menghindari terjadinya atherosklerosis kita hendaknya selalu mengupayakan penerapan pola hidup sehat dan menerapkan pola gizi seimbang.
2. Agar terhindar dari osteoporosis dari usia sejak dini kita harus membiasakan diri untuk berolahraga setiap hari, sehingga pada saat usia lanjut, tulang-tulang yang ada dalam tubuh tidak mudah keropos. Dibarengi pula dengan mengkonsumsi kalsium sebagai penguat tulang.

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images