PERAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER REMAJA

Di posting oleh Ema pada 09:31 AM, 20-Jul-11

Di: Makalah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Masa yang paling indah adalah masa remaja. Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja. Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja. Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Dengan adanya permasalahan seperti itu salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah dengan memberikan pendidikan kepada remaja yaitu dengan pemberian pendidikan budi pekerti. Dengan pemberian pendidikan budi pekerti diharapkan remaja bisa menjadi yang lebih baik.

1.2 Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, ada beberapa masalah yang ingin dipecahkan yaitu sebagai berikut:
1.2.1 Bagaimana prilaku remaja saat ini?
1.2.2 Apa saja yang termasuk karakter remaja dan cara membentuk karakter remaja?
1.2.3 Bagaimana peranan pendidikan budi pekerti dalam pembentukan karakter remaja?

1.3 Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini yaitu, sebagai berikut:
1.3.1 Untuk mengetahui prilaku remaja saat ini.
1.3.2 Untuk mengetahui karakteryang dimiliki remaja dan cara membentuk karakter remaja.
1.3.3 Untuk mengetahui peranan pendidikan budi pekerti dalam pembentukan karakter remaja.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang ingin disampaikan penulis dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.4.1 Bagi peserta didik adalah agar dalam bertindak, bersikap, berbuat agar selalu mempertimbangkan apakah yang kita perbuat itu sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti atau tidak, kalau memang tindakan atau sikap yang kita pikirkan itu sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti maka tindakan dan sikap tersebut boleh dilakukan.
1.4.2 Bagi pendidik adalah dalam memberikan pendidikan budi pekerti sebaiknya tidak hanya mengajarkan tentang teori dalam pendidikan tersebut tetapi kita bisa melakukan tindakan untuk merefleksikan tindakan-tindakan tersebut dalam setiap kegiatan.

BABII
PENBAHASAN

2.1 Prilaku Remaja Dewasa Ini
Sebenarnya karakteristik dan perjalanan tumbuh kembang remaja tidak pernah berubah antara generasi lalu dengan generasi sekarang. Masa remaja tetaplah merupakan suatu fase pertumbuhan dan perkembangan antara masa anak dan masa dewasa. Dalam periode ini pastilah terjadi perubahan yang sangat pesat dalam dimensi fisik, mental dan sosial. Masa ini juga merupakan periode pencarian identitas diri, sehingga remaja sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan. Umumnya proses pematangan fisik lebih cepat dari pematangan psikososialnya. Karena itu seringkali terjadi ketidakseimbangan yang menyebabkan remaja sangat sensitif dan rawan terhadap stres.
Perkembangan fisik remaja dalam usia ini, juga perkembangan kematangan seksualnya, mengalami perubahan yang sangat pesat dan sudah seharusnya menjadi perhatian khusus bagi remaja. Keadaan ini merupakan salah satu penyebab atau alasan bagi remaja untuk coba-coba bereksperimen dengan aktivitas seks, termasuk juga mencoba menggunakan narkoba.
Sayangnya sering kali informasi yang benar untuk remaja tidak didapatkan karena akses untuk itu memang tidak ada. Kalaupun ada masih sedikit sekali yang bisa dengan mudah didapatkan oleh remaja. Termasuk juga akses remaja untuk mendapatkan pelayanan terhadap berbagai masalah yang dihadapinya. Seringkali malah remaja lebih terpapar mitos-mitos yang justru semakin membuat remaja semakin tidak memiliki pegangan untuk membentuk jati diri dan kemampuannya untuk mengambil keputusan yang benar. Tentunya lemahnya mutu pendidikan dan belum meratanya kesempatan remaja mendapatkan pendidikan yang layak juga menjadi sebuah permasalahan bagi bangsa ini. Hal-hal seperti ini berkontribusi terhadap munculnya berbagai masalah pada remaja yaitu:
2.1.1 Mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang
Orang tua sering tidak paham dengan perubahan yang terjadi pada remaja sehingga tidak jarang terjadi konflik di antara keduanya. Karena merasa tidak dimengerti remaja seringkali melampiaskan kekesalannya dengan cara mengkonsumsi minuman keras dan yang lebih parahnya lagi mereka dapat terjerumus untuk menggunakan obat-obatan terlarang seperti: narkoba, ganja, sabu-sabu dan lain-lain.
Remaja yang mengkonsumsi minuman-minuman keras dan obat-obatan terlarang bukan berarti memiliki moral yang lemah melainkan karena pengaruh lingkungan sekitarnya. Banyaknya zat candu yang terdapat pada narkoba membuat remaja sulit melepaskan diri dari jerat minuman-minuman keras dan obat-obatan terlarang tersebut, jika tidak dibantu orang-orang di sekelilingnya.
2.1.2 Hubungan seksual pra nikah
Dewasa ini hubungan seksual pra nikah di kalangan remaja sudah sangat tidak tabu lagi untuk dibicarakan. Ada beberapa faktor yang menyebakan hal tersebut terjadi yang paling umum adalah makin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi dan kurangnya perhatian orang tua terhadap pergaulan dan prilaku anak.
Dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju menyebabkan remaja mudah memperoleh situs-situs porno, blue film, buku-buku porno dan gambar-gambar porno serta hal-hal lain yang berbau seksualitas. Hal-hal tersebut akan memotivasi remaja untuk melakukan hubungan seksual pranikah atas dasar suka sama suka, pengaruh dari teman, kebutuhan biologis dan merasa kurang taat pada nilai-nilai agama serta nilai-nilai budi pekerti.
2.1.3 Aborsi
Adanya pergaulan seks bebas di kalangan remaja Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, hal tersebut menyebabkan banyak remaja yang mengalami kehamilan di luar nikah. Seperti telah dibahas sebelumnya masa remaja merupakan masa pencarian identitas. Di mana mental yang dimiliki oleh para remaja masih belum stabil, oleh kerena itu para remaja belum siap untuk menerima kenyataan bahwa mereka hamil, sehingga mereka mengambil jalan pintas dengan cara melakukan aborsi.
Para remaja tidak menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama, hukum dan tidak sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti. Dimana mereka telah membunuh janin yang tidak berdosa.
2.1.4 Perubahan idiologi
Masa remaja sering dikaitkan dengan masa mencari jati diri. Akibatnya mereka mudah dimasuki ideologi-ideologi dari luar dan jika ideologi itu terus dipupuk akan menyebabkan sifat idealis di kemudian hari. Sifat idealis yang terus berkembang bisa menyebabkan perbedaan pandangan dengan keluarga, dan akhirnya remaja memilih melepas keluarga dan melanjutkan ideologinya.
Seperti contoh baru-baru ini, tersangka teroris Hotel Marriot dan Ritz Carlton Juli 2009 adalah remaja lulusan SMA yang mau melakukan aksi tersebut karena telah didoktrin jalan tersebut adalah jihad.
Remaja gampang dipengaruhi hal-hal negatif di atas karena jiwanya masih labil. Orangtua harus tanggap terhadap perilaku anak yang berubah agar jika sudah ada gejala-gejala yang aneh bisa segera diselamatkan sejak awal. Komunikasi yang bagus menjadi kunci anak mau berterus terang kepada orangtuanya serta pengajaran akhlak dan budi pekerti.

2.2 Karakter dan Cara Membentuk Karakter Remaja
2.2.1 Karakter yang Harus Dimiliki Remaja
Karakter adalah suatu sikap yang menonjol yang dimiliki oleh seseorang. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian remaja. Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Fagan, 2006 berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian. Ada beberapa karakter yang dimiliki remaja. dalam buku Character Building (Barbara Lewis, 2004), tapi yang akan dibahas disini hanya beberapa, diantaranya adalah:
a. Sikap positif
Cara untuk menjadi lebih positif adalah: kamu bisa lebih bersikap optimis, kamu bisa memilih menerima segalanya apa adanya, kamu bisa memilih cepat pulih, ceria, bersikap antusias, lebih peka, humor,sportif, rendaah hati, bersyukur, beriman, berpengharapan.
b. Kepedulian
Cara menunjukan kepedulian: dengan perbuatanmu, dengan perkataanmu, pemikiranmu, pemberian materimu,
c. Pilihan
Cara membuat pilihan yang baik adalah dengan sadarlah dan kumpulkanlah informasi setiap kali kamu mau membuat pilihan, cobalah menentukan apakah pilihan itu lebih mungkin menguntungkan atau merugikan seseorang, bicarakanlah pilihanmu dengan orang yang kamu percayai dan perduli kepada kamu dan menginginkan yang terbaik bagimu, setelah membuat suatu pilihan evaluasikanlah apa yang kamu perbuat dan apa yang terjadi karenanya, belajarlah dari pilihanmu. Ingat apa yang kamu perbuat dan apa konsekuensinya. Gunakanlah pengetahuantersebut untuk terus membuat pilihan yang baik di masa depan.
d. Kewargaan
Cara untuk menjadi warga yang baik adalah jadilah individu yang peduli, berkontribusi, dan penuh hormat, yang mematuhi hukum dan aturan, jadilah partisipasi yang aktif dalam keluarga, sekolah, komunitas, libatkanlah dirimu dalam pemerintahan, beranilah menentang ketidakadilan sosial
e. Kebersihan
Kebersihan bukan berarti hanya menjaga tubuh agar tetap bersih dan rapi tetapi bersih itu juga berarti menjaga lingkungan dan pikiran agar tetap bersih. Artinya kita menjaga agar lingkungan kita bersih dari sampah, debu, dan lain sebagainya, sedangkan pikiran itu berarti menjaga agar kita itu bisa selalu berpikir positif.
f. Komunikasi
Cara untuk menjadi komunikator yang baik adalah berbicara dengan jelas dan pandang lawan bicaramu, dengarkanlah apa yang diucapkan lawan bicaramu dan berikan respon yang baik, berupayalah semampumu untuk memahami maksud lawan bicaramu kalau ada sesuatu yang tidak kamu pahami tanyakanlah, pekalah terhadap bahasa tubuh dan petunjuk-petunjuk lawan bicaramu dan amatilah tanda-tanda kalau lawan bicaramu kehilangan minat, ingin mengubah topic, atau perlu mengakhiri percakapannya, berikanlah umpan balik kalau diminta, berikanlah contoh-contoh untuk mendukung apa maksudmu, berikanlah pendapatmu kalau diminta, bergantianlah berbicara, sesuaikan tingkat bahasa lawan bicaramu (usia), dengarlah permintaan lawan bicaramu, gunakan intuisimu karena terkadang kata-kata itu tidak perlu dan kamu bisa menggunakan perasaan, ekspresi, gerak-gerik.
g. Pelestarian
Pelestarian itu bisa mencangkup segalanya dalam kehidupanmu, hendaknya kamu putuskan apa saja yang paling penting bagimu dan berupaya melestarikannya atau menggunakannya dengan bijaksana.
h. Keberanian
Keberanian artinya melakukan kebenaran, seandainyapun itu menakutkan atau sulit. Itu berarti kamu berusaha sebaik mungkin untuk menjadi sukses.
i. Empati
Empati adalah selangkah lebih daripada pelayanan. Kamu bisa melayani sesamamu tanpa mengetahui banyak tentang pemikiran dan perasaan mereka. Umpamanya ada seorang teman membacakan buku bagi seorang lasia setiap minggunya. Itu pelayanan yang sangat baik. Tetapi mungkin saja temanmu tidak mengetahui bahwa dalam hati lasia itu menangis karena kehilangan anaknya, ataubahwa ia takut mati. Empati artinya kita bisa merasakan dan memahami apa yang dirasakan seseorang. Kita hampir-hampir bisa memasuki kepalanya dan hatinya, atau dengan kata lain kita bisa bersekutu dengannya. Serta kita mengetahui kebutuhan-kebutuhannya
j. Daya tahan
Daya tahan adalah kemampuan menanggung kesusahan tanpa menyerah, tetapi teguh di bawah penderitaan atau kemalangan tanpa menyerah. Kalau kamu mempunyai daya tahan, kamu tetap kuat untuk mempertahankan keseimbangan secara fisik, emosional dan rohani tanpa terjadinya keterpurukan, kehilangan pengharapan atau menyerah. Kamu sabar, terus bertahan hingga kekacauan itu mereda. Kamu tahu dan kamu bisa terima bahwa hal-hal buruk itu bisa terjadi dan kamu tidak menyalahkan sispapun dan tidak lari atau menghindari masalah tersebut. hal-hal yang bisa dilakukan diantaranya menghadapi dan menerima apa yang terjadi dalam kehidupan kita, ekspresikanlah perasaanmu serta dapat juga dengan metuliskan perasan-perasanmu dalam buku harian.

k. Pengampunan
Cara memaafkan sesama adalah akui dan terimalah apa yang telah diperbuat kepadamu, laporkanlah masalah tersebut, ekspresikanlah perasaaanmu, bicaralah sama orang dewasa atau sahabat yang peduli ataupun pengertian, tuliskanlah tentang prasaanmu dalam jurnalmu, katakanlah bagaimana perasaanmu kepada sang pelanggar, mintalah kepada sang pelanggar untuk mengkompensasikannya, mintalah jalan keluar kepada Tuhan (Ida Shang Hyang Widhi Wasa), maafkanlah sang pelanggar, mencari cara untuk melayani sang pelanggar. Sedangkan cara memaafkan diri sendiri adalah akuilah perbuatanmu itu, biarlah dirimu merasa bersalah, berbicaralah dengan orang dewasa atau sahabat yang peduli dan mengerti, katakanlah kamu menyesal dan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan, terimalah konsekuensinya dari perbuatanmu itu kalau itu tampaknya adil, perbuatlah semampumu untuk meluruskan segalanya, cobalah mencari cara untuk melyani orang yang kamu sakiti, kalau mempunyai tradisi iman yang mendorongmu untuk berpaling kepada Tuhan mintalah ampun kepada tuhan, maafkan lah dirimu sendiri.
l. Kesehatan
Cara agar sehat secara fisik adalah dengarkanlah tubuhmu, makanlah berbagai makanan sehat, batasi makanan lemak, minyak, dan manis, hindari kafein, berolahragalah yang teratur, tidurlah yang cukup, jauhkanlah diri dari alcohol, obat-obatan, dan rokok. Cara sederhana untuk memelihara kesehatan mental dan emosional adalah ekspresikan, bicarakan, selesaikan/bersihkan, dan maju terus.
m. Kejujuran
Alasan orang untuk mengatakan suatu kebenaran adalah karena dengan mengatakan yang sebenarnya orang akan mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi sehingga kecil kemungkinan terjadi salah pengertian, melindungi orang yang tidak bersalah dari disalahkan atau dihukum, memungkinkan orang belajar dari apa yang terjadi, lebih sedikit mendapat masalah, orang akan percaya kepadamu kalau kamu mengatakan yang sebenarnya, membantu kita merasa tenang, tentram, dan damai dalam hati. Nasihat agar kita bisa bersikap apa adanya adalah buatlah komitmen untuk mengatakan yang sebenarnya, beritahukanlah komitmen itu kepada orang yang kamu prcayai, berpikirlah sebelum memberikan jawaban, penjelasan atau alasan yang tidak jujur, berhati-hatilah tentang kapan dan bagaimana kamu menggunakan bahasa yang berlebihan, sindiran, berhati-hatilah untuk menutupi sebagian kebenaran, jangan membiasakan diri berbohong, ketika kamu mendapati dirimu berbohong segeralah meluruskannya, berbicaralah kepada dirimu sendiri, berikanlah imbalan kepada dirimu sendiri ketika mengatakan yang sebenarnya.
n. Imajinasi
Imajinasi lahir di dalam bagian terdalam dari pikiran seseorang, dan hanya mungkin dabatasi oleh pemikiran masing-masing orang. Imajinasi adalah kuasa melihat segalanya yang tidak kelihatan, mendengar segalanya yang tidak terdengar, membaui atau mengecap segalanya yang tidak dapat dibaui atau dikecap, dan merancang atau mengubah kepingan teka-teki kehidupan.
o. Integritas
Integritas dapat didefenisikan sebagai keteguhan menjunjung kode moral, etika, atau nilai-nilai artistik secara ketat, ketidak-bejatan, kualitas atau kondisi yang utuh, tidak kurang suatu apapun atau tidak cacat, kemantapan.
p. Keadilan
Keadilan didefinisikan sebagai pemeliharaan atau pengurusan apa yang adil, terutama dengan penyesuaian yang tidak memihak terhadap klaim-klaim yang saling bertentangan atau pemberian upah atau hukuman yang setimpal. Sesuatu yang adil artinya sesuatu yang masuk akal, pantas, benar, layak dan sesuai dengan hukum, sedangkan tidak memihakartinya memperlakukan semua orang sama, tanpa memihak.
q. Kepeminpinan
Pemimpin adalah orang yang melihat suatu masalah dan memperbaikinya, seandainyapun mereka tidak selalu tahu bagaimana caranya. Mereka maju, terkadang dalam keadaan darurat, dan melakukan apa yang perlu dilakukan. Untuk menjadi seorang pemimpin membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri. Ada banyak jenis kepemimpinan dianyaranya; kepemimpinan sesaat yaitu pemimpin yang mengambil alih pada saat krisis, kepemimpinan lewat teladan yaitu seseorang yang memberikan teladan yang baik dalam keluarga, teman-teman atau dimanapun orang tersebut berada, kepemimpinan komunitas yaitu seseorang yang memimpin sustu klub-klub tertentu seperti: klub catur, sepak bola, volly dll, kepemimpinan kerja yaitu seseorang yang mengarahkan atau mengorganisasikan suatu pekerjaan serta kegiatan mereka.
r. Loyalitas
Ketika kita ingin memutuskan dimana kita harus menempatkan loyalitasmu, tanyakan kepada dirimu sendiri ''Apakah orang itu (kelompok iti, organisasi itu) layak saya berikan loyalitas?". Kalau itu adalah seseorang, apakah itu seseorang yang kamu kagumi?" Apa alasannya?. Kalau kamu memberikan loyalitasmu berarti kamu memberikan bagian penting dari hidupmu. Maka janganlah melakukannya dengan enteng. Hendaknya kamu loyal kepada orangtuamu dan keluargamu, seandainyapun kamu tidak selalu sependapat dengan mereka dan seandainyapun mereka telah membuat kesalahan yang serius. Loyal kepada mereka tidaklah berarti kamu harus meniru segalanya yang mereka perbuat atau persis seperti mereka. Tetapi kamu tetap bisa konstan dalam kasihmu kepada merekadan berusaha menolong mereka.
s. Kedamaian
Kedamaian itu lebih dari sekedar tidak adanya konflik. Tidaklah berarti bahwa tidak seorangpun pernah tidak sepaham. Melainkan itu berarti bahwa orang tahu bagaimana caranya memecahkan ketidaksepahaman mereka. Dan mereka bersedia bekerja sama untuk melakuannya.
t. Penghormatan
Penghormatan didefinisikan sebagai “saling peduli dan menghargai, martaba, keamanan fisik dan emosional; kondisi dimana semua orang penting, dan semua orang penting bagi semua orang lainnya. Penghormatan adalah kualitas yang bisa kita definisikan bagi diri kita sendiri dan kita semua tahukalau kita mendapatkannya, dan kalaukita tidak mendapatkannya”. Dengan kata lain, Penghormatan adalah soal hubungan: dengan orang-orang yang kita kenel dan orang-orang yang tidak kita kenal; dengan masyarakat kita, kebudayan kita, pemerintah kita, dan Tuhan atau kuasa yang lebih tinggi; dengan planet yang kita tinggali serta makhluk hidup lain yang juga tinggal di sini; dan bahkan dengan diri kita sendiri.
u. Tanggung jawab
Sebagai manusia tentunya kita mempunyai banyak tanggung jawab diantaranya: tanggung jawab moral dimana kita bertanggung jawab untuk memperlakukan sesama dengan adil dan tidak curang, menghormati makhluk hidup lainnya, dan sadar akan lingkungan. Tanggung jawab hukum terhadap undang-undang serta ketepatan-ketepatan di komunitas kita, negara bagian kita dan negara kita. Tanggung jawab keluarga ini berarti memperlakukan orang tua kita, sodara sekandung, dan sanak sodara yang lain dengan kasih serta hormat, mematuhi aturan-aturan orang tua dan melaksanakan tugas-tugas di rumah. Tanggung jawab komunitas dimana kita bertanggung jawab memperlakukan sesama seperti kamu sendiri ingin diperlakukan, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dan keputusan-keputusan komunitas, dan menjadi warga yang aktif dan berkontribusi. Tanggung jawab terhadap adat istiadat, tradisi, kepercayaan dan aturan. Tanggung jawab pribadi tergantung pada diri kita sendiri untuk menjadi individu yang berkarakter baik.
v. Disiplin diri
Cara untuk menguatkan disiplin diri adalah putuskanlah bahwa kamu benar-benar ingin menjadi seorang yang berdisiplin diri, buatlah komitmen, pelajari aturan-aturan, bertanggung jawablah, latihlah, lakukan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan disiplin dirimu, hapuslah kegiatan-kegiatan yang merugikan.

2.2.2 Cara Membentuk Karakter Remaja
a. Orang tua memberi contoh yang baik
Orang tua harus selalu mengembangkan karakter anak (character building) yakni membangun jiwa anak dengan tabiat/sifat-sifat yang penuh dengan nilai-nilai budi pekerti. Pentingnya peran keluarga terutama orang tua dalam mendidik nilai-nilai budi pekerti anak sejak dini menjadikan orang tua harus dapat memberikan contoh yang baik bagi anak dalam kehidupan dan kebiasaan sehari-hari. Singkatnya orang tua itu dapat menjadi tauladan dan panutan bagi anak dalam beretika dan bermoral yang baik dalam kehidupan dan kebiasaan sehari-hari.


b. Sekolah membentuk karakter positif
Sekolah yang kini ibaratnya menjadi rumah kedua bagi anak harus mampu menciptakan kultur sekolah yang relevan dengan perkembangan psikis remaja. Kultur yang penuh dengan pembentukan karakter positif. Misalnya, pendidikan nir-kekerasan, serta berbagai keculasan misalkan menghindarkan murid pada budaya mencontek yang juga merupakan salah saatu bentuk kenakalan remaja bertaraf ringan. Penghargaan terhadap prestasi siswa pun sangat diperlukan untuk menumbuhkan etos juang, misalkan ucapan terima kasih atau pemberian pujian, serta bentuk pembelajaran tanggung jawab misalkan minta maaf baik oleh siswa maupun guru apabila melakukan suatu kesalahan.
c. Memberikan pendidikan etika/ moral
Memberikan pendidikan etika/moral secara teoritis. Pendidikan pancasila/kewarganegaraan dan agama yang memuat nilai-nilai moral saat ini terkesan mulai ditinggalkan karena sejumlah banyak siswa lebih tertarik untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu-ilmu eksak ataupun sosial. Inilah tugas guru yang bersangkutan atau pihak kurikulum untuk menjadikan mata pelajaran tersebut menarik lagi di mata siswa dan dapat dijadikan ramuan jiwa yang mujarab dalam pembentukan karakternya.
d. Kebijakan pemerintah dalam penanganan kenakalan remaja
Bersama semua pihak, termasuk pemerintah dalam hal penanganan kenakalan remaja dan berbagai kebijakannya, semoga kenakalan remaja tidak semakin menjadi, cukup menjadi kenakalan yang normal pada diri remaja dalam ‘menikmati’ masa remajanya karena seorang filsuf, Kahlil Gibran pun mengatakan bahwa anak-anak memiliki generasi dan dunianya sendiri. Semoga remaja Indonesia tumbuh menjadi remaja yang kelak mampu mempersembahkan kejayaan dengan karakter yang baik sehingga nama Indonesia pun tersiar kepenjuru dunia bak kasturi.


2.3 Peranan Pendidikan Budi Pekerti Dalam Membentuk Karakter Remaja
Sebelum diberikan pendidikan budi pekerti di sekolah yang pertama kali memberikan pendidikan budi pekerti adalah keluarga. Keluarga, terutama orang tua atau bapak ibu, memiliki kedudukan yang istimewa dimata anak-anaknya. Karena orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mempersiapkan dan mewujudkan kecerahan hidup masa depan anak, maka mereka dituntut untuk berperan aktif dalam membimbing anak-anaknya dalam kehidupannya di dunia yang penuh cobaan dan godaan dalam hal ini bapak ibu menempati posisi sebagai tempat rujukan bagi anak, baik dalam soal beretika, moral maupun untuk memperoleh informasi. Peran ini harus disadari oleh seseorang semenjak ia menjadi ibu atau bapak dari anak-anak yang menjadi amanahnya. Sebagai rujukan moral, orang tua harus memberikan teladan yang baik. Oleh karena itu, seorang bapak atau ibu dituntut untuk bertingkah laku yang baik dan benar dalam kehidupan dan kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian orang tua akan dapat selalu menempatkan dirinya dalam posisi sebagai panutan, pemberi teladan dan rujukan moral yang dapat dipertanggung jawabkan bagi anak-anaknya.
Setelah pendidikan budi pekeri itu diberikan oleh keluarga khususnya orang tua baru kemudian pendidikan budi pekeri itu diberikan baik di sekolah ataupun di masyarakat.
Pemberian pendidikan budi pekerti ini nantinya akan berperan untu pembentukan karakter remaja ke arah yang lebih baik. Peranan pemberian pendidikan budi pekerti terhadap pembentukan karakter remaja adalah sebagai berikut:
2.3.1 Pengembangan, yaitu untuk meningkatkan perilaku yang baik bagi para remaja yang telah tertanam dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Keluaraga dan masyarakat merupakan pendidik pertama yang memberikan pendidikan budi pekrti kepada anak sebelum menginjak remaja. Setelah anak menginjak remaja pendidikan budi pekerti akan diberikan oleh guru di sekolah. Dengan pemberian pendidikan budi pekerti di sekolah akan diharapkan anak mampu mengembangkan pendidikan budi pekerti yang sudah diajarkan oleh keluarga dan masyarakat sekitarnya. Suatu contoh anak yang diajarkan oleh keluarga selalu mematuhi perintah orang tua dan tidak pernah membantahnya. Di sekolah dia diajarkan agar selalu berbakti kepada orang tua. Di sini anak akan dapat mengembangkan pedidikan budi pekertinya yang diterima di sekolah dalam kehidupan sehari-hari atau sebaliknya.
2.3.2 Penyaluran, yaitu untuk membantu remaja yang memiliki bakat tertentu agar dapat berkembang dan bermanfaat secara optimal sesuai dengan budaya bangsa. Misalnya anak memiiki bakat di sekolah dalam bidang wawasan yang dimiliki sangat luas dan tingkah lakunya mendukung. Dalam hal ini bakat yang dimiliki anak didik itu bisa disalurkan dalam suatu kegiatan yang positif, seperti misalnya anak tersebut diikutkan dalam lomba PRB yang diadakan oleh SENAT FIP.
2.3.3 Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan, dan kelemahan remaja dalam prilaku sehari-hari. Dengan pemberian pendidikan budi pekerti remaja di sekolah ini akan membantu memperbaiki dan membenahi kesalahan yang dilakukan remaja dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja seorang remaja yang sering membantah perkataan orang tuanya di rumah. Dengan pemberian pendidikan budi pekerti di sekolah mengenai hormat dan bakti terhadap orang tua merupakan wujud cinta kasih kita kepada beliau, dan membantah perkatan orang tua di rumah itu merupakan perbuatan durhaka kepada orang tua serta akan mendapat karma. Maka anak itu akan memperbaiki semua tingkah lakunya.
2.3.4 Pencegahan, yaitu untuk mencegah prilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa. Peranan pendidikan budi pekerti ini akan mencegah perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa. Seperti misalnya remaja di sekolah diajarkan bahwa mencuri atau mengambil milik orang lain itu tidak baik dan kalau kita melakukan hal tersebut kita akan masuk neraka. Remaja yang ingin melakukan prilaku seperti itu akan mempertimbangkan apakah prilaku tersebut akan terus dilaksanakan atau tidak akan melaksanakannya sampai kapanpun.
2.3.5 Pembersihan, yaitu untuk membersihkan diri dari penyakit hati, seperti sombong, egois, iri, dengki, dan lain-lain agar remaja berkembang sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa. Peranan pendidikan budi pekerti ini adalah untuk pembersihan maksudnya agar sikap-sikap yang dimiliki oleh remaja merupakan sikap yang baik dan positif yang sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai budi pekerti.
2.3.6 Penyaringan, yaitu untuk menyaring budaya-budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti. Peranan pendidikan budi pekerti sebagai penyaring adalah agar para remaja nantinya menyeleksi budaya bangsa sendiri yang patut dikembangkan dan budaya lain yang boleh kita terima yang disesuaikan dengan budaya bangsa, nilai-nilai budi pekerti, norma agama.

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Dari hasil pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan beberapa kesimpulan antara lain:
3.1.1 Perilaku remaja dewasa ini adalah mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang, hubungan seksual pra nikah, aborsi dan perubahan ideologi.
3.1.2 Karakter yang dimiliki remaja diantaranya adalah sikap positif, kepedulian, pilihan dan akuntabilitas, kewargaan, kebersihan, komunikasi, pelestarian, keberanian, empati, daya tahan, pengampunan, kesehatan, kejujuran, imajinasi, integritas, keadilan, kepeminpinan, loyalitas, kedamaian, pemecahan masalah, maksud, hubungan, penghormatan, tanggung jawab, keselamatan, disiplin diri, hikmat.
Cara mengembangkan karakter remaja adalah orang tua menberi contoh yang baik, sekolah membentuk karakter positif, memberikan pendidikan etika/moral, dan kebijakan pemerintah dalam penanganan kenakalan remaja.
3.1.3 Peranan pendidikan budi pekerti dalam pembentukan karakter remaja adalah pengembangan, penyaluran, perbaikan, pencegahan, pembersihan, dan penyaringan.

3.2 Saran
Adapun saran yang ingin disampaikan penulis adalah sebagai berikut.
3.2.1 Bagi pembaca adalah kita sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling tinggi karena dianugerahi akal pikiran dalam melakukan suatu tindakan, perbuatan, ataupun sikap seharusnya kita bisa memikirkan terlebih dahulu apakah hal itu baik atau tidak, sesuai atau tidak dengan norma-norma yang berlaku, kalau sudah memikirkan hal itu barulah kita bisa menentukan apakah hal tersebut bisa kita lakukan atau tidak.
3.2.2 Bagi orang tua adalah harus bias memberikan contoh yang baik kepada anak dalam beretika dan bermoral dalam kehidupan dan kebiasaan sehari-hari, sehingga anak tersebut menjadikan orang tuanya tauladan atau panutan dalam beretika dan bermoral serta menerapkannya dalam kehidupan dan kebiasaannya.
3.2.3 Bagi guru adalah guru dalam memberikan materi pendidikan budi pekerti hendaknya tidak mengajarkan tentang teori saja tetapi guru juga harus mencontohkan bagaimana perilaku yang bernilai budi pekerti baik di dalam ruang kelas ataupun di luar ruang kelas.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

3 tanggapan untuk "PERAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER REMAJA"

cah_cosrex|The Interisti pada 09:42 AM, 20-Jul-11

Semangat trus,blognya kerensmile

maen ke [http://boyoton.heck.in]

Ema pada 09:45 AM, 20-Jul-11

makacieee,,,
baru belajar jugaan....
smile

valiant pada 07:21 PM, 20-Jul-11

Absen malem menjelang pagi

Langgani komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar